Ferrari Portofino 2019

Ferrari Portofino 2019

Jika harus menyebut model mobil Ferrari manakah yang paling diminati, bisa dikatakan secara mutlak model sports car jauh lebih diminati. Alasannya ialah sensasi berkendara yang sangat intens, sangat memacu adrenalin, dan bahkan seringkali membuat sang pengemudi terasa lebih ‘hidup’ karena berada di level keasyikan berkendara tertinggi.

Namun di samping sports car, darah flamboyan khas Italia tetap melekat pada Ferrari. Spirit inilah yang banyak dituangkan pada model-model grand tourer (GT) mereka, khusunya model GT berbodi Convertible dengan penempatan mesin depan, baik berkonfigurasi V12 maupun V8.

Dipelopori oleh Ferrari 342 America (1951), jejak historis model Ferrari GT Convertible bermesin depan dimulai lewat konfigurasi mesin V12 yang kemudian dilanjutkan oleh Ferrari 250 GT Cabriolet & Ferrari 250 California (1957), Ferrari 275 GTS (1964), Ferrari 330 GTS & Ferrari 365 California (1966), Ferrari 365 GTS & Ferrari 365 GTS4 (1969).

Baru menginjak era 2000an, lebih tepatnya di tahun 2008, Ferrari membangkitkan kembali spirit GT Convertible lewat Ferrari California, sekaligus menandai awal historikal Ferrari GT Convertible bermesin V8. Evolusi dari Ferrari California terasa di Ferrari California 30 (2012) dan Ferrari California T (2014).

Ferrari Portofino 2019 mengusung konsep bodi convertible dengan retractable hard top (RHT) yang turut digunakan di keluarga Ferrari California terdahulu. Didesain oleh Ferrari Design Centre, Ferrari Portofino 2019 mengalami perubahan fisik yang cukup signifikan, sehingga mendapatkan apresiasi berupa penghargaan ‘Best of The Best’ di Red Dot: Best of the Best 2019 dari Reddot Design Award.

Di balik bentuk bodinya yang semakin eksotis, para desainer sekaligus engineer Ferrari merombak arsitektur lebih rigid hingga 35% dibanding Ferrari California T karena komponen ‘body-in-white’ yang diintergrasikan secara lebih luas. Pilar A Ferrari Portofino 2019 sekarang hanya terdiri dari 2 buah dibandingkan pada model sebelumnya yang berjumlah 21 komponen.

Teknologi produksi modern, terutama sand-casting yang memungkinkan terciptanya komponen berongga, memungkinkan desainer membuat bentuk inovatif yang lebih ringan. Secara total, Ferrari Portofino 2019 lebih ringan hingga 80 kg dibandingkan Ferrari California T.

Wajah eksterior depan Ferrari Portofino 2019 mengisyaratkan kesan agresif, berpadu padan dengan lekukan bodi elegan nan dinamis. Hal yang paling pertama mencuri perhatian jelas desain grille yang cukup dominan di fascia depan, dimana jika diperhatikan ada 2 garis vertikal yang seakan senada dengan garis tengah yang tegas di kap mesin depan Ferrari Portofino 2019.

Masih di dekat area grille yang dibalut logo kuda jingkrak berkelir silver, terdapat sepasang air scoop yang posisinya cukup dominan mengisi area sisi depan mobil.

Setiap harga Ferrari Portofino 2019 yang dipasarkan oleh Ferrari Jakarta memiliki perbedaan harga satu sama lain. Hal ini disebabkan setiap Ferrari yang dipesan memiliki list opsi dan kustomisasi yang bisa dipilih konsumen, sehingga harga Ferrari Portofino 2019 bisa variatif mengikuti daftar list kustomisasi yang dikehendaki oleh pemiliknya.

Hanya saja perlu diakui Ferrari memang sudah kadung identik dengan mobil-mobil berkarakter sports car, dimana secara karakter berkendaranya jelas lebih agresif dan lebih memacu adrenalin dibandingkan karakter mobil GT. Namun disinilah nilai lebih Ferrari Portofino 2019 lebih menonjol jika dibandingkan Ferrari lainnya yang lebih dikemas sebagai sports car.

Ya, melalui Ferrari Portofino 2019 lah calon komsumen bisa mendapakan sebuah convertible dengan keasyikan berkendara yang sedikit mendekati karakter sports car Ferrari, namun tetap lebih mudah dikendalikan sehingga membuat pengemudi mobil sport pemula pun bisa merasa lebih percaya diri dan tak terintimidasi saat menaklukan sosok kuda baru dari istal kuda Maranello tersebut.