Spesifikasi Bugatti Chiron 2017

Spesifikasi Bugatti Chiron 2017

Pabrikan asal Prancis, Bugatti Automobiles S.A.S. dikenal sebagai perusahaan yang sangat fokus menciptakan mahakarya hypercar yang menjadi signature pencapaian otomotif dunia. Bangkit dari ‘tidurnya’ di tahun 1998 setelah dikuasai oleh VW Group, pabrikan yang didirikan pada 1908 dan berdomisili di Molsheim, Prancis, ini sempat memamerkan beberapa mobil konsep yang mewarnai pameran otomotif global hingga tahun 2000.

Mendapat antusiasme yang besar untuk produk pertamanya, Bugatti pun merancang mobil penerusnya. Tepat pada 1 Maret 2016 dalam ajang Geneva Motor Show, Bugatti Chiron pertama kali diperkenalkan kepada publik. Mobil ini diambil dari konsep yang mereka buat yakni Bugatti Vision Gran Turismo.

Pemilihan nama Chiron diambil dari pembalap terkenal Bugatti, Louis Chiron yang pernah membela tim balap Bugatti pada tahun 1930. Chiron pernah memenangkan French Grand Prix dengan Bugatti Type 51. Meskipun Louis Chiron juga pernah menjadi membalap untuk tim Alfa Romeo, Mercedes-Benz dan Maserati, namun pembalap berdarah Monaco ini lebih dikenal sebagai pembalap Bugatti.

Tampilan depan dari hypercar ini paling menarik perhatian adalah bagian grill ikonik menyerupai tapal kuda. Bugatti seolah ingin menyampaikan kepada publik bahwa mobil ini mempunyai tenaga yang besar. Namun ketika melirik ke kiri dan kanan, terdapat 4 lampu utama dengan DRL (day-time running light). Bumpernya terlihat rendah dengan kisi-kisi air scoop untuk mengoptimalkan aerodinamis ketika berakselerasi.

Sedangkan tampak samping, hypercar dua pintu ini mempunya siluet seperti huruf C yang menjadi signature pada Chiron. Garis meliuk dari fender roda depan hingga ke belakang pilar C dan menyambung ke pilar A menjadi ikonik untuk Bugatti Chiron. Sekedar informasi, di balik siluet huruf C ini terdapat air intake yang berfungsi menyalurkan udara ke ruang mesin, dan bentuk siluet bernama ‘Bugatti Line’ ini terinspirasi oleh lekuk tanda tangan awal Ettore Bugatti, founder Bugatti.

Pada bagian belakang, tampilannya terlihat futuristis dengan hanya menggunakan lampu garis lurus. Sekilas desainnya seperti kacamata Cyclops, tokoh X-Men yang mempunyai kekuatan super. Knalpot dua pipa yang menjadi satu di bagian tengah menguatkan aura sport pada hypercar ini. Lekukan pada bumper bawah yang berfungsi sebagai diffuser mampu mengoptimalkan aerodinamis. Sementara bagian atasnya terdapat spoiler yang bisa naik turun untuk menambah aerodinamis mobil.

Masuk ke dalam kabin Bugatti Chiron, kesan mewah justru lebih terasa dibandingkan sporty. Balutan kulit mulai dari kursi, dashboard hingga setir mendominasi kabinnya. Menariknya terdapat siluet huruf C pada bagian tengah yang memisahkan pengemudi dan penumpang. Siluet tersebut mirip sisi samping eksterior Bugatti Chiron. Lapisan krom pada setir, tuas persneling, tombol pengaturan dan frame instrumen panel semakin menguatkan aura kemewahan dari kabin hypercar ini. Namun untuk warna interior, konsumen bisa memilih bebas tanpa harus sesuai dengan contohnya.

Desain dashboard Bugatti Chiron terlihat sederhana namun berkelas. Mempumyai dua warna (two tone). Pada sisi penumpang terdapat laci di bagian bawah. Ventilasi AC dibuat vertikal dengan warna hitam dan garis pengatur arah angin dilapisi krom. Bila dilihat pada bagian tengah dashboard dan membentang ke door trim seperti anak panah yang siap meluncur kencang. Hampir semua tombol-tombol pada instumen panel dan dashboard dilapisi krom untuk memberi kesan mewah. Uniknya tidak ada headunit ditengah dashboard.

Beralih ke kursi, desain seperti kursi balap tanpa pengaturan headrest disematkan pada Bugatti Chiron. Pada sandaran kepala terdapat signature Chiron dengan tinggi yang hampir menyentuh atap mobil. Warna coklat berbahan kulit dengan aksen jahitan pada bagian bodi membuat kursi ini terlihat mewah. Tersedia lumbar support pada kursi Bugatti Chiron agar tubuh pengemudi dan penumpang tetap terjaga saat berakselerasi dan bermanuver.

Meski mempunyai mesin yang bertenaga besar, sayangnya desain Bugatti Chiron menurut kami tidak terlalu disukai banyak orang. Meski Bugatti berusaha mempertahankan desain klasik khas produknya, namun untuk sebuah hypercar tidak terlalu mencerminkan mobil kencang. Walaupun dengan produksi hanya 500 unit akan membuat mobil ini eksklusif. Dengan harga lebih dari Rp 90 miliar di Indonesia, tentu mobil ini menjadi sangat spesial.