Spesifikasi McLaren 720S 2017

Spesifikasi McLaren 720S 2017

McLaren di industri mobil jalan raya dimulai dari McLaren MP4-12C, yang diteruskan oleh pengembangan tiga ‘genre’ berbeda, yakni Sport Series, Super Series, dan Ultimate Series. Dan mobil yang akan kami bahas kali ini adalah McLaren 720S 2017, salah satu masterpiece baru dari model Super Series-nya McLaren Automotive.

Hadirnya McLaren 720S 2017 yang masuk ke Indonesia pada 2017 lalu ini menggantikan posisi McLaren 650S yang notabene merupakan generasi pertama model Super Series. Berbekal peningkatan dari beragam aspek, menjadikan sang suksesor menjadi salah satu ujung tombak McLaren dalam mendobrak dominasi brand supercar Italia, yang selalu menjadi benchmark di ranah supercar.

Proses perancangan McLaren 720S bisa dibilang cepat untuk sebuah brand mobil sport yang usianya masih bisa dihitung dengan jari. hanya membutuhkan 3 tahun bagi McLaren Automotive merancang McLaren 720S, baik dari segi teknis hingga ke sisi styling mobil.

Seperti kebanyakan lini mobil sport McLaren Automotive, desain mobil banyak mengikuti prinsip ‘form follow function’. Namun seakan menjawab kritik dari McLaren MP4-12C yang kurang dramatis dari segi eksterior, akhinya engineering McLaren pun mulai berkreasi membubuhkan cita rasa eksotisme supercar yang terus berkembang sejak McLaren 650S, hingga akhirnya ke McLaren 720S 2017.

Seperti apakah ulasan eksterior McLaren 720S 2017 dari sudut pandang cintamobil.com? Langsung saja kita ikuti pembahasan secara mendetail dari tampak depan, samping, hingga ke tampak belakang dari supercar yang mengadopsi bodywork aluminium dan struktur bodi carbon fibre ini.

Butuh waktu cukup panjang untuk bisa mengapresiasi penampilan depan McLaren 720S 2017. Sekalipun banyak terinspirasi oleh desain hypercar McLaren P1, namun McLaren 720S 2017 memiliki ciri khas unik yang bisa membawa Anda ke dalam perdebatan batin untuk cinta atau tak cinta dengan tampak depan McLaren 720S 2017

Ciri khas unik tersebut ialah ‘Eye-Socket’, dimana terdapat panel di area fascia depan yang kalau boleh diibaratkan, seperti melihat sepasang mata panda. Pendekatan desain eksentrik ini disengaja oleh engineer McLaren, dikarenakan ‘eye-socket’ memiliki fungsi krusial sebagai area penempatan LED headlight berteknologi Static Adaptive Headlight, LED Light Strip, serta lubang aero yang menyalurkan udara masuk ke radiator depan hingga ke lubang aero di fender samping depan.

Untung saja tampilan eksentrik di area fascia depan McLaren 720S 2017 berbanding terbalik dengan sisi samping sang supercar. Benar saja, lekuk desain terasa cukup clean dan tidak ramai dengan detil aero maupun lubang air intake berukuran besar di samping bodi, padahal ia merupakan supercar bermesin tengah.

Kok bisa? Jadi, McLaren 720S 2017 mengadopsi double skin pada area pintu, dimana dengan tersisa ruang di antara area panel pintu luar dan dalam, menjadi ‘jalur’ untuk udara masuk ke dalam air intake.

Meski begitu, McLaren 720S 2017 tetap menghadirkan side air intake berukuran cukup mungil di area bawah setelah pintu mobil. Dan bicara soal pintu, mekanisme pintu McLaren 720S 2017 menggunakan pintu model dihedral dengan sedikit area atap ikut terbawa saat pintu dibuka, demi memudahkan akses keluar-masuk kabin.

Menikmati desain eksterior belakang akan terasa lekuk lebih dinamis diberikan engineer McLaren pada McLaren 720S 2017. Hal yang paling mencuri perhatian jelas adalah penempatan rear wing yang bisa terbuka otomatis saat melakukan deselerasi, dan ruang engine yang bisa terlihat melalui engine air fender di dekat wing tersebut.

Untuk lampu secara unik ditempatkan dalam bentuk garis dengan material lampu LED, yang mengikuti alur desain belakang bodi. Agak bergeser di bawah akan terlihat twin tailpipe dan diffuser berukuran masif yang berfungsi meningkatkan aero sang supercar menjadi lebih baik.

Satu detil penting yang membuat interaksi antara pengemudi dan mobil lebih intuitif adalah penggunaan dua layar, Folding Driver Display dan Central Information Screen, yang semuanya terkoneksi dalam ekosistem bernama McLaren Driver Interface.

Folding Driver Display berfungsi selayaknya instrument cluster, namun dengan informasi yang ditampilkan lebih kaya. Apabila Anda sedang masuk ke dalam mode ‘Track’, Folding Driver Display akan melipat dan berganti menjadi layar strip dengan informasi yang lebih krusial dan memberikan visibilitas lebih baik kepada pengemudi.

Nah fitur terakhir ini adalah salah satu fitur yang menurut cintamobil.com akan menjadi favorit semua pengguna McLaren 720S 2017. Fitur Variable Drift Control ini memungkinkan pengemudi mengatur seberapa besar efek oversteer dan drift angle yang bisa ditolerir oleh sistem komputer.

Fitur ini hanya bisa aktif saat stability-control system diatur ke mode ‘dynamics’ dan Active Dynamics Panel sedang dalam mode ‘Sport’ atau ‘Track’. Singkat kata, lewat fitur ini Anda tidak perlu sekolah drifting jika ingin membuat McLaren 720S 2017 bisa menari di atas trek balap namun tetap bisa dijinakkan setiap waktu.

Jika elemen sains, sensasi berkendara, serta style, duduk dalam satu meja dan saling membentuk sebuah ‘kesepakatan’, bisa dipastikan hasilnya adalah McLaren 720S 2017. Memadukan teknologi komputerisasi canggih, performa mesin mumpuni di atas jalan raya maupun trek balap, serta tampilan aerodinamis dengan cita rasa styling yang cukup eksentrik, membuat McLaren 720S 2017 menjadi salah satu supercar dengan packaging paling menarik di pasaran saat ini.

Lalu apakah ia pantas menjadi salah satu koleksi supercar baru Anda menggantikan pabrikan mobil sport dari Italia? Hmm.. Kalau itu kembali lagi kepada kemampuan finansial, dan seberapa beranikah Anda keluar dari ‘zona’ supercar Italia dan menjadi penikmat kecepatan sejati dari supercar asal Britania Raya ini.