Spesifikasi Bugatti Divo 2018

Spesifikasi Bugatti Divo 2018

Spesifikasi Bugatti Divo 2018 – Bugatti selalu identik akan satu hal; kecepatan. Pernah mendobrak tatanan mobil tercepat di dunia melalui ‘keluarga’.

Bugatti Veyron, Bugatti kini merepresentasikan pencapaian otomotif tertinggi mereka melalui Bugatti Chiron.

Namun bagi Bugatti, Chiron saja tidaklah cukup untuk merepresentasikan kehebatan engineering brand mobil eksotis asal Molsheim, Perancis. Melalui ajang “The Quail: A Motorsports Gathering“ di Monterey, California, Bugatti memperkenalkan Bugatti Divo 2018 yang membuka chapter baru dalam pencapaian engineering Bugatti di industri otomotif dunia.

Berbagi konsep bodi dan basis dengan Bugatti Chiron yang menjadi portofolio terkuat, bukan berarti membuat Bugatti Divo 2018 mirip 100% dengan Chiron. Bugatti melakuan pendekatan ‘coachbuilding’, yang jika diinterpretasikan dalam spirit Bugatti adalah bodi baru yang memiliki detil-detil agresif dan aerodinamis, namun tetap tidak melenceng dari sasis dan DNA desain Bugatti Chiron.

Hypercar yang mengadopsi bodi carbon fibre ini dibalut dalam warna Matte Titanium Liquid Silver dan Petroleum Blue Divo Carbon, dengan aksen highlight berkelir Divo Racing Blue. Bugatti mengklaim Bugatti Divo 2018 lebih ringan 35 kg dibanding Bugatti Chiron (1.996 kg), namun secara mengejutkan bisa menghasilkan total downforce 456 kg, lebih kuat 90 kg dibanding Bugatti Chiron.

Tampak depan Bugatti Divo 2018 dirancang untuk memastikan downforce mobil lebih baik. Hal ini disebabkan penggunaan front splitter berdesain agresif, dan air curtain ducts yang menghiasi area bumper samping, serta air intake depan yang dirancang lebih besar dan lebih lebar.

Ada pendekatan desain yang cukup cerdas dilakukan oleh Bugatti di area samping Bugatti Divo 2018. Pertama ialah desain lekuk C-bar yang lebih sederhana dibanding Bugatti Chiron yang mendominasi hampir dari titik tertinggi hingga titik terendah dari sisi samping bodi.

Sebagai gantinya, di area bawah eksterior samping Bugatti Divo 2018 terdapat
dan air splitter yang dihiasi detil bendera Perancis, yang bertugas menyalurkan
udara dari air curtain ducts hingga air intake di samping bawah.

Khusus pada Bugatti Divo 2018, area atap juga mendapatkan treatment aero yang sama ekstremnya dengan area bodi depan dan samping.

Bugatti Divo 2018 tetap hadir dengan central fin yang bertugas menghindari adanya turbulensi di area spoiler belakang. Bugatti Divo 2018 juga mengadopsi NACA air inlet yang dirancang bersamaan dengan engine compartment cover,
dimana masing-masing bertugas untuk mengalirkan udara bertekanan tinggi dari
atap menuju ruang kompartemen mesin hingga ke rear wing berukuran besar.

Mesin Bugatti Divo 2018 sejatinya mengusung unit mesin yang sama persis dengan Bugatti Chiron, yakni 8 liter W16 Quad-Turbocharger dengan Bugatti 2-Stage Turbocharging & Intercooling. Mesin yang menyalurkan tenaga ke seluruh roda melalui transmisi 7-percepatan DSG dual clutch gearbox ini masih memiliki kekuatan tenaga 1,500 hp dan torsi 1,600 Nm.

Meski demikian, Bugatti Divo 2018 ada sedikit perbedaan dengan saudara terdekatnya tersebut. Sekalipun sama-sama bisa mengeksekusi 0-100 km/jam dalam waktu 2.4 detik, namun untuk top speed Bugatti Divo 2018 ‘dibatasi’ di 380
km/jam atau sekitar 50 km/jam lebih lambat dari Bugatti Chiron (420 km/jam, mode Top Speed).

Di sisi lain, unit paling ekslusif dari keluarga Bugatti saat ini juga menawarkan experience baru dan unik. Ya, Bugatti Divo 2018 sukses membentuk karakter hypercar yang lebih driver oriented, dimana Bugatti Divo 2018 tak hanya jago
akselerasi di trek lurus, namun juga bisa diajak berakselerasi hingga limit tertinggi

saat melibas hairpin dan chicane di trek balap.

Kalau mau berandai, misal ajang balap ketahanan Targa Florio yang populer di tahun 1906 sampai 1977 kembali diadakan hari ini. Kami pastikan Bugatti akan menurunkan Bugatti Divo 2018 sebagai amunisi paling tepat untuk menaklukan
rek balap ketahanan menantang di pegunungan Sicily, Italia.

Spesifikasi BMW M2 Coupé 2018Spesifikasi BMW M2 Coupé 2018

Spesifikasi BMW M2 Coupé 2018 di-plot sebagai suksesor BMW 1M Coupé yang sudah melenggang di dunia otomotif pada tahun 2011-2012 dengan produksi total 6309 unit.

Namun kalau ditarik lagi ke belakang, BMW M2 Coupé banyak terinspirasi BMW 2002 Turbo yang menjadi sports car berbodi coupé kompak pertama BMW bermesin turbo yang sempat merajai jalanan di era 70an awal.

Dengan mengedepankan keasyikan berkendara tingkat tinggi di balik tubuhnya yang mungil, BMW M2 yang masuk ke Indonesia di tahun 2016 masih menjadi opsi mobil sports car kompak yang tepat untuk para driver enthusiast. Namun di sisi lain, BMW M2 juga perlu mendapatkan sedikit penyegaran agar terlihat ‘kekinian’.

Didesain oleh Hussein Al Attar selaku BMW M2 Lead Designer, BMW M2 Coupé 2018 yang mengusung kode bodi F87 dirancang mengedepankan bentuk tubuh yang agresif. Meski begitu, ia tidaklah dibentuk sebagai versi kompak dari BMW M4. Justru desain BMW M2 Coupé 2018 tidak melenceng jauh BMW 2 Series (F22), atau bisa dibilang seperti melihat BMW 2 Series Coupé yang baru saja keluar gym dan memiliki otot kekar di beberapa titik.

Tampang depan BMW M2 Coupé 2018 mengedepankan kesan sporty lewat desain fascia depan yang melandai dan sporty. Hal pertama yang langsung menarik perhatian ialah kisi-kisi air intake ekstra besar yang berfungsi untuk mengalirkan udara dan mendinginkan berbagai macam keperluan di sektor mesin. Tak hanya itu, terdapat pula kidney grille berkelir high-gloss black dengan “M2” logo tersemat di dalam grille.

Di sisi lain, jika dikomparasi dengan BMW M2 Coupé keluaran lama, ada sedikit perbedaan di area headlight. Ya, pada area headlight BMW M2 Coupé 2018 kini menggunakan BMW Adaptive LED yang didukung teknologi Selective Beam, cornering lights, dan anti-dazzle high-beam assistant. Teknologi pencahayaan mutahir ini memungkinkan visibilitas kala berkendara di malam hari dengan BMW M2 Coupé 2018 menjadi lebih baik.

Salah satu titik pandang mobil BMW M2 Coupé 2018 yang paling seksi adalah
dari sudut samping. Lekukan pada fender belakang dirancang cukup kekar dan
dominan, seakan mengisyaratkan mobil ini memiliki performa yang sangat besar.
Pun ada alasan teknis mengapa area fender belakang jika dilihat menjadi lebih besar.

Alasan tersebut berkaitan dengan velg dan ban. Ya, untuk memaksimalkan traksi yang besar terhadap jalan, area roda belakang menggunakan lebar velg dan
lebar ban berbeda dibandingkan roda depan. Ya, untuk roda depan menggunakan profil velg 19×9 inci dengan profil ban 245/35 ZR19, sedangkan
roda belakang menggunakan profil velg 19×10 inci dengan profil ban 265/35 ZR19. Meski berbeda profil velg, desainnya tetap menggunakan M light alloy
Double-spoke style 437 M.

Untuk sistem keselamatan aktif, BMW M2 Coupé 2018 menggunakan teknologi ABS, Dynamic Stability Control (DSC) incl. Dynamic Traction Control (DTC), Brake Stand-by, Brake Drying, Fading Compensation, dan Brake Assist. Soal piranti rem pun menggunakan M Compound Brake Disc dengan diameter 380 mm dan 4-piston fixed caliper untuk roda depan, serta diameter 370 mm dan 2-piston fixed caliper.

Divisi BMW M lebih memilih menggunakan mesin berkode N55 untuk BMW M2 Coupé. Mesin tersebut turut dipergunakan pada model BMW standar, dan di-upgrade melalui pergantian komponen yang digunakan pada BMW M3 dan BMW
M4.

BMW pun sebenarnya sadar akan kekurangan tersebut, dan memberikan
‘jawaban’ melalui BMW M2 Competition, yang untungnya menggunakan mesin
berkode S55 yang diambil langsung dari BMW M3 Sedan dan BMW M4 Coupé.

Meski demikian, jika Anda adalah car enthusiast pemula dengan skill berkendara
normal, dan ingin merasakan sensasi sports car kompak berbodi coupé yang
memiliki performa tidak terlalu liar, maka BMW M2 Coupé 2018 adalah pilihan
terbaik di ranah sports car kompak saat ini.

Spesifikasi Volvo 360c 2018

Spesifikasi Volvo 360c 2018

Spesifikasi Volvo 360c 2018 – Mobil tanpa pengemudi atau biasa disebut mobil otonom semakin banyak dikembangkan oleh para produsen otomotif.

Ada banyak teknik yang digunakan untuk mobil bisa bergerak sendiri tanpa dikendarai manusia, seperti radar, sinal laser, GPS.

Semuanya dikendalikan secara komputerisasi. Menggunakan teknologi sensor, mobil yang melaju sendiri mampu mengidentifikasi lingkungan sekitar seperti rintangan, rambu lalu lintas juga pedestiran.

Namun selama ini produsen otomotif menciptakan mobil otonom layaknya sebuah mobil penumpang yang mengantarkan satu titik ke titik lainnya.

Berbeda dengan mobil konsep Volvo 360c yang menawarakan rasa berkendara layaknya sebuah pesawat first-class dan ditujukan untuk perjalanan jauh.

Dalam presentasinya, Volvo menjanjikan 360c konsep ini sebagai kendaraan yang nyaman bagi penumpang layaknya rumah sendiri.

Ya, fokus utama dari mobil otonom Volvo 360c konsep ini adalah konfigurasi dalam kabin yang terbagi menjadi 4 pilihan. Volco ingin memindahkan ruangan rumah ke dalam kabin. Adapun konfirugasi kabin yang dihadirkan Volvo adalah kamar tidur, ruang kerja, ruang tamun dan ruang hiburan. Meski belum diketahui pengembangan mobil ini sudah sampai mana, namun Volvo berharap mobil otonom ini bisa digunakan sebagai alternatif perjalanan jauh selain pesawat terbang.

Tampak depan Volvo 360c terlihat sangat sederhana namun terlihat futuristik. Sebuah LED bar bagian tengah terdapat logo Volvo dan lampu untuk perjalanan malam hari. Desain bumper terlihat membulat dan tidak banyak lekukan tegas. Pada sisi kanan dan kiri LED bar terdapat angka 360 sebagai tipe mobil otonom Volvo. Sementara diatasnya tidak ada kap mesin mengingat mobil ini memang murni listrik sehingga langsung kaca yang menyambung hingga ke belakang.

Dari samping pun mobil otonom 360c ini mempunyai pintu yang besar dan hanya 2 pintu (kanan dan kiri) dengan desain seperti sayap kupu-kupu. Ban yang digunakan Volvo 360c ini terlihat cukup besar meski belum diketahui ukuran berapa yang digunakan. Menariknya dalam sketsa yang dipaparkan oleh Volvo tidak terlihat gagang pintu yang artinya besar kemungkinan buka dan tutup pintu mobil menggunakan remote.

Berbeda dengan bagian depan yang terlihat sederhana dan cenderung lebih mengembung, sisi belakang Volvo 360c justru terlihat modern dan berkarakter. Sekilas seperti ada spoiler pada bagian belakangnya namun ternyata dua pilar kana dan kiri adalah bagian dari lampu. Lampu yang dibuat banyak lekukan ini membentuk seperti huruf S miring. Terdapat kaca yang mehubungkan pilar lampu dengan rangka dari mobil ini.

Tren mobil otonom memang sedang menjamur di Eropa dan Amerika. Hampir seluruh pabrikan otomotif memperkenalkan konsep dari mobil otonom, termasuk Tesla yang bahkan sudah masuk tahap produksi. Namun Volvo berani tampil beda dengan menghadirkan sebuah mobil konsep untuk perjalanan jauh dengan beragam pilihan konfigurasi. Mulai dari konfigurasi seperti ruang tamu, ruang rapat, bahkan ruang tidur. Desainnyacukup unik dan terlihat sederhana. Meski belum ada spesifikasi lengkap, Volvo sudah mempersiapkan sebuah produk masa depan.

Spesifikasi Aston Martin Vantage 2018Spesifikasi Aston Martin Vantage 2018

Spesifikasi Aston Martin Vantage 2018 – ‘The Archetypal Hunter’ menjadi sebutan utama Aston Martin Vantage.

Maknanya lebih merujuk kepada kekuatan fisik dan tenaga kuat yang dimiliki oleh seorang pemburu Mesir di masa lampau. Kami pun setuju akan sebutan Aston Martin terhadap produk terbarunya ini yang terkesan sukses menyampaikan sisi agresif dan performa mesin bertenaga dari Vantage.

Mesin Mercedes-AMG yang memiliki spesifikasi 4.0 Liter Twin-Turbocharged V8, menjadi nyawa utama dari mobil New-Entry satu ini. Kombinasi DB11 dengan racikan mesin Mercedes-AMG menjadi perpaduan sempurna untuk mobil sekelas Sport Car. Dengan alasan-alasan tersebut, akhirnya kami sepakat untuk menelaah lebih detail dalam review Aston Martin Vantage 2018.

Berbeda dengan desain Lamborghini yang dipenuhi aksen patahan, desain eksterior Aston Martin Vantage 2018 lebih ingin menonjolkan unsur seksi dan atletis khas Coupé. Marek Reichman selaku desainer utama juga ingin membuat suatu hal berbeda pada Vantage yakni dengan menambahkan unsur Predator serta mengusung tema ‘Keindahan yang tak mudah dijinakkan’.

Untuk mempertegas sisi depan, Aston Martin Vantage menerapkan garis tegas mirip cangkang pada Bonnet-nya yang diberi nama Clamshell. Adapun panel Front Grille-nya kini dibuat lebih besar dengan desain ikonik mirip Vulcan, model trek balap Aston Martin. Racikan seperti ini tentunya bukan hanya sekedar penghias saja, namun juga mampu mengoptimalkan sirkulasi udara yang masuk ke dalam kap mesinnya.

Sedangkan untuk masalah pencahayaan, Vantage mengandalkan fitur lampu LED dan Daytime Running Light (DRL) yang sudah didukung dengan fitur Position Lamps, Lock/Unlock Graphic Theatre, lampu sein serta High & Low Beam. Sudah barang tentu, racikan tersebut mampu memberikan penerangan yang optimal bagi Anda khususnya di malam hari.

Warna bodi mirip hijau Stabilo atau yang disebut Vibrant Lime Essence oleh Aston Martin, terlihat cukup menarik menghiasi keseluruhan bodi sampingnya. Belum lagi, persandingan dengan pelek Vantage ‘Y’ Spoke Wheels berwarna Silver berukuran 20 inci,

Menjadi hal yang paling kami amati. Adapun ukuran ban depan dan belakangnya nampak proporsional dengan spesifikasi Pirelli P Zero 255/40/20 pada sisi depan dan Pirelli P Zero berukuran 295/35/20 di bagian belakang.

Merambah ke sektor buritannya, Aston Martin Vantage menggunakan Tail Lamps berwarna merah yang tersambung dari ujung ke ujungnya. Belum lagi, lampunya yang menyipit ini mengikuti alur dari lekuk bodi belakangnya sehingga terkesan tajam dan artistik. Sebagai penguat tema awalnya, Vantage juga menerapkan Twin Stainless Steel Exhaust Tailpipe berkelir Silver dipadu Diffuser Blades.

Memasuki bilik kabinnya, atmosfer interior Aston Martin Vantage 2018 didominasi warna hitam, Vibrant Lime Essence pada sisi Console serta dihias apik dengan aksen jahitan berwarna putih. Kami pun cukup mengapresiasi segala sentuhan detail dari sang perancang Vantage yang akhirnya mampu menambah kesan percaya diri bagi pengendara.

Round Steering Wheel menjadi desain utama pada kemudi setirnya. Entah mengapa, ketika duduk di kursi pengendara serta menggenggam setirnya, kami merasa bahwa kabin interiornya terasa cukup luas meski bodi luarnya terlihat cukup ramping. Tentu, untuk mendapatkan sensasi tersebut, Aston Martin cukup mengerti untuk merancang setiap detail dari kabinnya. Adapun untuk masalah Handling, setirnya memberi sensasi responsif dan presisi berkat didukungnya konfigurasi Power-Assisted Steering 2,4 Turns Lock-to-Lock.

Aspek kursi juga tak luput dari rasa nyaman. Pasalnya, Aston Martin Vantage membekalinya dengan Sports Seat dengan bahan kulit berkualitas. Belum lagi, tersedia fitur Memory Seats yang bisa menyimpan konfigurasi posisi duduk yang Anda inginkan. Sehingga, Anda tak perlu repot-repot mengatur posisi duduk setiap kali mengendarainya.

Aston Martin Vantage berdiri bukan dengan hadirkan teknologi baru. Hal spesial yang ditawarkan adalah penggunaan hal-hal terbaik dari teknologi aerodinamis Aston Martin DB11 serta mesin unggulan Mercedes-AMG M177. Perpaduan komponen terbaik dari keduanya melahirkan sebuah nama baru yakni Aston Martin Vantage.

Dipadu eksterior bersiluet agresif mirip pemburu dan warna Vibrant Lime Essence. Akan sangat menjamin banyak mata akan memperhatikannya di jalanan kota. Semua racikan tersebut nampak selaras dengan tema yang diusungnya yakni ‘Keindahan yang tak mudah dijinakkan’.

Spesifikasi Ferrari California T 2014

Spesifikasi Ferrari California T 2014

Spesifikasi Ferrari California T 2014 – Ferrari California tanpa huruf “T”, menjadi titik awal penerus dari F40 yang berdiri dalam kategori Grand Touring Sports berpintu dua serta menggunakan atap Convertible.

Meski belum menggunakan tenaga Turbo, mesin yang digunakan kala itu terbilang tangguh dengan menawarkan 4.3 Liter V8.

Bahkan produk satu ini diklaim laris manis di pasar internasional yang berhasil meraih penjualan tertinggi sepanjang sejarah dari merk Italia. Melihat latar belakang kesuksesan California, akhirnya pihak Ferrari mencoba menghidupkan kembali perpaduannya dengan tenaga Turbo yang dinamai Ferrari California T.

Selain menyematkan mesin F154 3.9 Liter Twin-Turbo V8, model teranyar pabrikan Italia ini mendapat banyak ubahan pada sisi eksterior, interior dan fiturnya. Memang tak dipungkiri, ubahan tersebut nyatanya lebih diprioritaskan untuk mengikuti tren otomotif masa kini. Sehingga, produk kolaborasi Ferrari dan mesin Turbo yang tercetus tahun 2014 ini, semakin dapat diterima oleh para peminat Sport Car.

Berbeda dengan model California 2008, eksterior Ferrari California T 2014 kini memiliki atap kabin bisa dilipat secara otomatis yang membutukan waktu 14 detik. Tentu hal ini, memberikan sensasi berkendara mewah dalam menempuh perjalanan dengan atap terbuka.

Sisi depannya mengadopsi konsep dari 250 Testa Rossa. Hal tersebut dapat diamati dari sentuhan Pontoon-Fender yang dipadukan dengan sapuan garis Front Wing Line. Sehingga kesan aerodinamis nan atletis, terpancar dari fascia depannya. Hal tak kalah menarik, juga dirasakan pada desain lampu depannya yang tampil memanjang ke arah atas mengikuti alur kap mesinnya. Tentu, selain mempertegas estetika bodinya, fitur tersebut mampu memberikan kualitas pencahayaan optimal terutama di malam hari.

Siluet bodinya yang aerodinamis didukung dengan dimensi panjang bodi 4.569 mm. Proporsi tinggi di angka 1.320 mm juga menyiratkan performanya yang liar sebagai Grand Tourer Sports Car. Bahkan ukuran ban depan 245/40 R19 dan 285/40 R19 pada ban belakang, memberikan definisi sporty berbeda daripada versi sebelumnya.

Berbeda dengan kedua sisi sebelumnya, sektor buritan Ferrari California T mengusung tampilan agresif nan maskulin. Pada fitur Stop Lamp misalnya, tampilannya menggunakan desain berbentuk bulat yang dihias apik dengan sentuhan Wing Line. Hal paling menarik menurut tim Cintamobil.com, dapat dirasakan pada Dual Exhaust Intake berlapis krom yang disematkan pada kedua sisi bawahnya. Tentu panel tersebut, semakin mempertegas konsepnya sebagai Sport Car modern bergaya Italia.

Desain interior Ferrari California T 2014 menggabungkan fitur inovatif, konsep multifungsi dan ergonomis. Memang, pihak Ferrari sendiri mengklaim atmosfer interior California T diprioritaskan untuk menyuguhkan sensasi berkendara yang mewah dan sporty.

Menelusuri bagian dashboardnya, nampak fitur-fiturnya tertata dengan cermat yang dirancang supaya lebih mudah diakses oleh sang pengemudi. Dua fitur Blower di bagian tengah dan dua Blower di kedua sisi samping.

Dikemas apik serupa tabung baling-baling pesawat yang mampu menyampaikan kesan sporty dan modern. Hal paling menarik bagi Cintamobil.com, dirasakan pada logo bertuliskan “California T” yang disematkan pada bagian kanan dashboard serta Arm Rest bangku depan.

Tentu hal ini mampu menegaskan identitasnya sebagai Grand Tourer Sport Car andalan Ferrari.

Bahkan ketika menyentuh kemudi setirnya, sensasi yang dirasakan cukup menawan. Pasalnya, material kulit yang digunakan terasa nyaman digenggam meskipun menempuh perjalanan jauh. Hal ini tak dipungkiri, mengingat konsepnya sebagai Grand Tourer dituntut untuk tampil nyaman untuk dikendarai dalam rute panjang. Menariknya, jahitan artistik berkelir merah juga semakin menegaskan cita rasa sporty khas Ferrari bagi penunggangnya.

Dimensi Wheelbase sebesar 2.670 mm, mampu memberikan ruang nyaman bagi kabinnya. Memang, produk besutan Ferrari yang satu ini memiliki daya tampung hingga empat orang. Meski terasa agak sempit pada bangku belakang, namun hal itu dapat ditepis dari kenyamanan yang dihadirkan pada jok kulitnya. Pasalnya, kursinya menggunakan material kulit berkualitas yang mampu menopang tubuh penumpang serta terasa nyaman untuk dikendarai dalam perjalanan jauh.

Aspek ruang bagasi California T, nyatanya tidak luput dari pesona mewah. Jahitan kulit FRAU serta kostumisasi warna, diaplikasikan pada ruang bagasinya sehingga mampu memberikan aroma mewah bagi Anda. Sedangkan untuk masalah kapasitas, ruang bagasinya mampu menampung hingga dua tas koper berukuran besar. Sesuai dengan konsep Grand Tourer, yang siap untuk diajak melakukan perjalanan jauh.

Absennya produk Ferrari bertenaga Turbo sejak tahun 1992 lalu, kini terjawab kembali dengan lahirnya Ferrari California T. Sosoknya kini dipersenjatai dengan fitur mewah baik dari aspek interior serta teknologi keselamatan F-1. Dari desain bodi bersiluet Sport Car, rasanya dapat diterima baik oleh kalangan internasional.

Bahkan, proporsi keindahan, performa mesin luar biasa serta kenyamanan interior mewah, sejalan beriringan dengan konsepnya sebagai Grand Tourer. “Monster” dalam kabin mesinnya, siap untuk dikendalikan bagi Anda penggila kecepatan. Apakah Anda menjadi salah satu penunggang yang mampu “menjinakannya”?