Daftar Mobil Mewah

Spesifikasi Lamborghini Aventador SVJ 2019

Spesifikasi Lamborghini Aventador SVJ 2019

Spesifikasi Lamborghini Aventador SVJ 2019 menggunakan material bodi ringan yang disebut Ultra-Lightweight.

Tentu semakin ringan bodinya maka semakin cepat pula performa mesin yang dihasilkan. Pembuktiannya dapat dilihat pada bobot bodinya yang dipangkas 50 Kg lebih ringan daripada Aventador standar. Dengan hal tersebut, teknisi ahli Lamborghini mampu meningkatkan Downforce hingga 40 persen dan mengurangi Drag di angka satu persen daripada Aventador SV.

Pada sisi depan, terdapat ventilasi yang dipahat apik ke arah samping. Menyediakan Front Splitter yang sama dengan Performante yakni tempat dimana teknologi ALA bekerja. Sisi Bonnet aluminium-nya juga menawarkan keindahan serupa dengan tambahan ventilasi dan logo Lamborghini.

Side Skirt lebih besar, dipadu sentuhan tegas khas Lamborghini, memberikan sensasi ikonik daripada pesaing di kelasnya. Ukuran ban juga dibuat berbeda yakni 20 inci pada sisi depan dan 21 inci di ban belakang. Tak hanya itu, peleknya juga dihias makin pakem dengan ban terbaru yang disebut Pzero Corsa. Alhasil, terciptalah desain agresif, garang dan buas yang sukses menyampaikan performanya.

Bobot bodi ringan juga disumbangkan dari Rear Bumper maupun Spoiler-nya. Layaknya pada Performante, teknologi ALA nantinya akan disemburkan ke luar lewat lubang Intake dan disalurkan bagian bawah Rear Spoiler-nya. Sehingga, mampu memanfaatkan konsep aerodinamis untuk semakin mendongkrak performa mesin V12-nya.

Material Carbon Fiber juga tak luput untuk disematkan pada kabin interior Lamborghini Aventador SVJ 2019. Dipadu arsitektur bodi Monocoque, ruang kabinnya terancang cukup sempurna. Bahkan, seperti fungsinya yang kita kenal, racikan tersebut mampu meminimalisir benturan serta mengurangi bobot bodinya menjadi lebih ringan.

Fitur-fitur pada dasbornya masih bersifat opsional yang mana Anda bisa mengkostumisasi sebuah selera dan kebutuhan. Hal menarik bagi kami, dasbornya lebih menonjolkan konsep sporty dan agresif dengan kombinasi warna hitam dan aksen merah di beberapa sisinya.

Seperti desain setir Performante, bagian tengahnya nampak menggembung seakan mengisyaratkan sosok banteng pada logo kebanggaannya. Hal baru adalah didukungnya teknologi Lamborghini Dynamic Steering (LDS) yang terintegrasi dengan Lamborghini Rear-wheel Steering (LRS).

LDS mampu beradaptasi dengan kecepatan dan mode berkendara yang Anda pilih. Di sisi lain, LRS mengatur Rear Steering Axle. Perpaduan keduanya menjamin performa Handling lebih stabil, kelincahan mengesankan dan yang pasti, membuat Anda dapat mengontrol penuh performa mengesankan Aventador SVJ.

Melirik sisi kursinya, desainnya cukup ciamik memadukan kelir hitam sebagai dasar dan aksen merah di bagian tengahnya. Dari kombinasi tersebut, kursinya sangat menunjang atmosfer sport nan agresif dalam kabinnya. Belum lagi, kursinya dibalut bahan kulit berkualitas, Alcantara yang selalu dikenal akan kenyamanan dan kemewahannya.

Lamborghini Aventador SVJ adalah model terbaru yang memanfaatkan hukum aerodinamis dikombinasikan dengan mesin buas 6.5 Liter V12. Hasilnya sangat mengesankan yang mampu menaklukan trek balap Nurburgring belum lama ini di catatan angka 6 menit 44 detik. Namun sayangnya, mobil ini tidak bisa dinikmati oleh semua orang.

Bahkan, bisa dibilang, Lamborghini Aventador SVJ 2019 adalah salah satu model langka yang sengaja diciptakan khusus merayakan hari jadi Lamborghini di tahun 1963. Apabila boleh diandaikan, mobil bergelar SuperVeloce Jota ini bukan hanya buas dalam hal kecepatan namun ia adalah sosok langka yang sedang menunggu-nunggu dan mengamati, siapa penunggang terpilih yang serius ingin menjinakkannya.

Porsche 718 Cayman GTS 2018

Porsche 718 Cayman GTS 2018

Porsche 718 Cayman GTS 2018 – Identitas Porsche sebagai salah satu brand yang konsisten memberikan sensasi berkendara impresif tidak pernah berubah sejak 7 dekade terakhir. Terlebih Porsche juga terus menelurkan varian-varian spesial yang memiliki performa di atas rata-rata di setiap modelnya, salah satunya varian GTS (Gran Turismo Sport).

Sekedar informasi, varian GTS di keluarga Porsche saat ini bisa dikatakan memiliki positioning yang cukup tinggi dibandingkan varian Porsche ‘regular’. Lebih detail, posisi GTS dalam taksonomi Porsche berada di tengah-tengah antara varian S dan varian Turbo sebagai top-range. Di atas varian Turbo, masih terdapat edisi spesial (seringkali diproduksi terbatas) Porsche, mulai dari GT3, GT3 RS, GT2 RS, dan R, yang lebih banyak bisa dinikmati oleh keluarga Porsche 911.

Dalam hal desain, Porsche memang agak ‘over’ konsisten akibat desain yang dibuat mirip baik dengan generasi pendahulu maupun varian yang sama dengan generasi saat ini. Alhasil, dibutuhkan kejelian mata yang cukup tajam untuk bisa memaham detil-detil sederhana yang diberikan Porsche untuk memperkuat karakter fisik sports car ini dibandingkan generasi sebelumnya maupun dengan level varian yang berbeda.

Lalu apa yang membuat eksterior Porsche 718 Cayman GTS 2018 ini terasa lebih spesial dan unik ketimbang varian 718 Cayman lainnya yang dipasarkan di Indonesia? Berikut adalah ulasan lengkap eksterior Porsche 718 Cayman GTS 2018.

Tampak depan Porsche 718 Cayman GTS 2018 memiliki pendekatan lebih sporty ketimbang 718 Cayman pada umumnya. Ia kini dibekali apron depan ‘Sport Design’ yang menekankan karakter sporty sekaligus dirancang lebih aerodinamis.

Adapun ciri khas varian GTS bisa ditelusuri dari redesain modul headlight LED yang kini dibalut kelir hitam, serta lis bumper depan diberi aksen kelir hitam. Di luar detil khas varian GTS, ia tetap memiliki desain keseluru

Ciri khas desain 718 Cayman tetap dipertahankan di eksterior Porsche 718 Cayman GTS 2018. Air scoop berukuran masif tetap ditempatkan di belakang
pintu mobil, yang menandakan mobil ini menggunakan konfigurasi mesin tengah
alias mid-engine. Namun jika diperhatikan pada area pintu, kini Porsche menyematkan emblem GTS yang menjadi pembeda varian ini dengan 718 Cayman lainnya.

Salah satu detil pembeda paling kentara di area eksterior samping Porsche 718
Cayman GTS 2018 terletak di area velg. Ya, kini ia mendapatkan velg 20 inci dari
Carrera S berkelir hitam dengan balutan ban berReview 235/35 ZR 20 (depan) dan 265/35 ZR 20 (belakang).

Nuansa aksen hitam mendominasi area belakang Porsche 718 Cayman GTS
2018. Mulai dari penyematan logo ‘718 Cayman GTS’, apron belakang, serta twin
tailpipes yang ditempatkan di tengah bumper belakang semua diberikan kelir warna black matt.

Porsche 718 Cayman GTS juga tetap mempertahankan menghadirkan sentuhan
accent trim di bagian buritan. Hal ini dilakukan untuk penempatan logo ‘Porsche’
sekaligus mempertegas proporsi desain sporty. Sentuhan detil ini juga menjadi
“kamuflase” dari sistem rear wing yang aktif secara otomatis saat sports car ini
berlari di atas 120 km/jam.

Interior Porsche 718 Cayman GTS 2018 banyak mengandung nuansa khas mobil
sports car yang kental akan nuansa motorsport. Pemilihan material alcantara hitam mendominasi area kabin, menemani material leather dan aluminium yang
bisa ditemukan pada area interior sports car ini.

Di antara keluarga 718 Cayman, Porsche 718 Cayman GTS jelas menjanjikan esensi sebuah sports car lebih nyata bagi Porsche Purist. Bahkan
berdasarkan uji pengetesan di sirkuit Nurburgring, Jerman, ia mencatatkan waktu
:40 menit, 2 detik lebih cepat dari 718 Cayman S.

Berbekal upgrade performa dan handling, varian top dari 718 Cayman ini pastinya lebih proper dan siap untuk diajak beradu kecepatan trackday di weekend, tanpa harus mengurangi sisi kenyamanan dan kemudahan berkendara
kala digunakan di weekday. Dan apabila karakteristik sports car seperti ini yang
Anda butuhkan, maka Porsche 718 Cayman GTS bisa menjadi opsi mobil
baru Anda kali ini.

Spesifikasi Bugatti Divo 2018

Spesifikasi Bugatti Divo 2018

Spesifikasi Bugatti Divo 2018 – Bugatti selalu identik akan satu hal; kecepatan. Pernah mendobrak tatanan mobil tercepat di dunia melalui ‘keluarga’.

Bugatti Veyron, Bugatti kini merepresentasikan pencapaian otomotif tertinggi mereka melalui Bugatti Chiron.

Namun bagi Bugatti, Chiron saja tidaklah cukup untuk merepresentasikan kehebatan engineering brand mobil eksotis asal Molsheim, Perancis. Melalui ajang “The Quail: A Motorsports Gathering“ di Monterey, California, Bugatti memperkenalkan Bugatti Divo 2018 yang membuka chapter baru dalam pencapaian engineering Bugatti di industri otomotif dunia.

Berbagi konsep bodi dan basis dengan Bugatti Chiron yang menjadi portofolio terkuat, bukan berarti membuat Bugatti Divo 2018 mirip 100% dengan Chiron. Bugatti melakuan pendekatan ‘coachbuilding’, yang jika diinterpretasikan dalam spirit Bugatti adalah bodi baru yang memiliki detil-detil agresif dan aerodinamis, namun tetap tidak melenceng dari sasis dan DNA desain Bugatti Chiron.

Hypercar yang mengadopsi bodi carbon fibre ini dibalut dalam warna Matte Titanium Liquid Silver dan Petroleum Blue Divo Carbon, dengan aksen highlight berkelir Divo Racing Blue. Bugatti mengklaim Bugatti Divo 2018 lebih ringan 35 kg dibanding Bugatti Chiron (1.996 kg), namun secara mengejutkan bisa menghasilkan total downforce 456 kg, lebih kuat 90 kg dibanding Bugatti Chiron.

Tampak depan Bugatti Divo 2018 dirancang untuk memastikan downforce mobil lebih baik. Hal ini disebabkan penggunaan front splitter berdesain agresif, dan air curtain ducts yang menghiasi area bumper samping, serta air intake depan yang dirancang lebih besar dan lebih lebar.

Ada pendekatan desain yang cukup cerdas dilakukan oleh Bugatti di area samping Bugatti Divo 2018. Pertama ialah desain lekuk C-bar yang lebih sederhana dibanding Bugatti Chiron yang mendominasi hampir dari titik tertinggi hingga titik terendah dari sisi samping bodi.

Sebagai gantinya, di area bawah eksterior samping Bugatti Divo 2018 terdapat
dan air splitter yang dihiasi detil bendera Perancis, yang bertugas menyalurkan
udara dari air curtain ducts hingga air intake di samping bawah.

Khusus pada Bugatti Divo 2018, area atap juga mendapatkan treatment aero yang sama ekstremnya dengan area bodi depan dan samping.

Bugatti Divo 2018 tetap hadir dengan central fin yang bertugas menghindari adanya turbulensi di area spoiler belakang. Bugatti Divo 2018 juga mengadopsi NACA air inlet yang dirancang bersamaan dengan engine compartment cover,
dimana masing-masing bertugas untuk mengalirkan udara bertekanan tinggi dari
atap menuju ruang kompartemen mesin hingga ke rear wing berukuran besar.

Mesin Bugatti Divo 2018 sejatinya mengusung unit mesin yang sama persis dengan Bugatti Chiron, yakni 8 liter W16 Quad-Turbocharger dengan Bugatti 2-Stage Turbocharging & Intercooling. Mesin yang menyalurkan tenaga ke seluruh roda melalui transmisi 7-percepatan DSG dual clutch gearbox ini masih memiliki kekuatan tenaga 1,500 hp dan torsi 1,600 Nm.

Meski demikian, Bugatti Divo 2018 ada sedikit perbedaan dengan saudara terdekatnya tersebut. Sekalipun sama-sama bisa mengeksekusi 0-100 km/jam dalam waktu 2.4 detik, namun untuk top speed Bugatti Divo 2018 ‘dibatasi’ di 380
km/jam atau sekitar 50 km/jam lebih lambat dari Bugatti Chiron (420 km/jam, mode Top Speed).

Di sisi lain, unit paling ekslusif dari keluarga Bugatti saat ini juga menawarkan experience baru dan unik. Ya, Bugatti Divo 2018 sukses membentuk karakter hypercar yang lebih driver oriented, dimana Bugatti Divo 2018 tak hanya jago
akselerasi di trek lurus, namun juga bisa diajak berakselerasi hingga limit tertinggi

saat melibas hairpin dan chicane di trek balap.

Kalau mau berandai, misal ajang balap ketahanan Targa Florio yang populer di tahun 1906 sampai 1977 kembali diadakan hari ini. Kami pastikan Bugatti akan menurunkan Bugatti Divo 2018 sebagai amunisi paling tepat untuk menaklukan
rek balap ketahanan menantang di pegunungan Sicily, Italia.

Spesifikasi Bugatti Chiron 2017Spesifikasi Bugatti Chiron 2017

Spesifikasi Bugatti Chiron 2017 – Pabrikan asal Prancis, Bugatti Automobiles S.A.S. dikenal sebagai perusahaan yang sangat fokus menciptakan mahakarya hypercar yang menjadi signature pencapaian otomotif dunia.

Bangkit dari ‘tidurnya’ di tahun 1998 setelah dikuasai oleh VW Group, pabrikan yang didirikan pada 1908 dan berdomisili di Molsheim, Prancis, ini sempat memamerkan beberapa mobil konsep yang mewarnai pameran otomotif global hingga tahun 2000.

Mendapat antusiasme yang besar untuk produk pertamanya, Bugatti pun merancang mobil penerusnya. Tepat pada 1 Maret 2016 dalam ajang Geneva Motor Show, Bugatti Chiron pertama kali diperkenalkan kepada publik. Mobil ini diambil dari konsep yang mereka buat yakni Bugatti Vision Gran Turismo.

Pemilihan nama Chiron diambil dari pembalap terkenal Bugatti, Louis Chiron yang pernah membela tim balap Bugatti pada tahun 1930. Chiron pernah memenangkan French Grand Prix dengan Bugatti Type 51. Meskipun Louis Chiron juga pernah menjadi membalap untuk tim Alfa Romeo, Mercedes-Benz dan Maserati, namun pembalap berdarah Monaco ini lebih dikenal sebagai pembalap Bugatti.

Tampilan depan dari hypercar ini paling menarik perhatian adalah bagian grill ikonik menyerupai tapal kuda. Bugatti seolah ingin menyampaikan kepada publik bahwa mobil ini mempunyai tenaga yang besar. Namun ketika melirik ke kiri dan kanan, terdapat 4 lampu utama dengan DRL (day-time running light). Bumpernya terlihat rendah dengan kisi-kisi air scoop untuk mengoptimalkan aerodinamis ketika berakselerasi.

Sedangkan tampak samping, hypercar dua pintu ini mempunya siluet seperti huruf C yang menjadi signature pada Chiron. Garis meliuk dari fender roda depan hingga ke belakang pilar C dan menyambung ke pilar A menjadi ikonik untuk Bugatti Chiron. Sekedar informasi, di balik siluet huruf C ini terdapat air intake yang berfungsi menyalurkan udara ke ruang mesin, dan bentuk siluet bernama ‘Bugatti Line’ ini terinspirasi oleh lekuk tanda tangan awal Ettore Bugatti, founder Bugatti.

Pada bagian belakang, tampilannya terlihat futuristis dengan hanya menggunakan lampu garis lurus. Sekilas desainnya seperti kacamata Cyclops, tokoh X-Men yang mempunyai kekuatan super. Knalpot dua pipa yang menjadi satu di bagian tengah menguatkan aura sport pada hypercar ini. Lekukan pada bumper bawah yang berfungsi sebagai diffuser mampu mengoptimalkan aerodinamis. Sementara bagian atasnya terdapat spoiler yang bisa naik turun untuk menambah aerodinamis mobil.

Masuk ke dalam kabin Bugatti Chiron, kesan mewah justru lebih terasa dibandingkan sporty. Balutan kulit mulai dari kursi, dashboard hingga setir mendominasi kabinnya. Menariknya terdapat siluet huruf C pada bagian tengah yang memisahkan pengemudi dan penumpang. Siluet tersebut mirip sisi samping eksterior Bugatti Chiron. Lapisan krom pada setir, tuas persneling, tombol pengaturan dan frame instrumen panel semakin menguatkan aura kemewahan dari kabin hypercar ini. Namun untuk warna interior, konsumen bisa memilih bebas tanpa harus sesuai dengan contohnya.

Desain dashboard Bugatti Chiron terlihat sederhana namun berkelas. Mempumyai dua warna (two tone). Pada sisi penumpang terdapat laci di bagian bawah. Ventilasi AC dibuat vertikal dengan warna hitam dan garis pengatur arah angin dilapisi krom. Bila dilihat pada bagian tengah dashboard dan membentang ke door trim seperti anak panah yang siap meluncur kencang. Hampir semua tombol-tombol pada instumen panel dan dashboard dilapisi krom untuk memberi kesan mewah. Uniknya tidak ada headunit ditengah dashboard.

Beralih ke kursi, desain seperti kursi balap tanpa pengaturan headrest disematkan pada Bugatti Chiron. Pada sandaran kepala terdapat signature Chiron dengan tinggi yang hampir menyentuh atap mobil. Warna coklat berbahan kulit dengan aksen jahitan pada bagian bodi membuat kursi ini terlihat mewah. Tersedia lumbar support pada kursi Bugatti Chiron agar tubuh pengemudi dan penumpang tetap terjaga saat berakselerasi dan bermanuver.

Meski mempunyai mesin yang bertenaga besar, sayangnya desain Bugatti Chiron menurut kami tidak terlalu disukai banyak orang. Meski Bugatti berusaha mempertahankan desain klasik khas produknya, namun untuk sebuah hypercar tidak terlalu mencerminkan mobil kencang. Walaupun dengan produksi hanya 500 unit akan membuat mobil ini eksklusif. Dengan harga lebih dari Rp 90 miliar di Indonesia, tentu mobil ini menjadi sangat spesial.

Spesifikasi BMW M2 Coupé 2018Spesifikasi BMW M2 Coupé 2018

Spesifikasi BMW M2 Coupé 2018 di-plot sebagai suksesor BMW 1M Coupé yang sudah melenggang di dunia otomotif pada tahun 2011-2012 dengan produksi total 6309 unit.

Namun kalau ditarik lagi ke belakang, BMW M2 Coupé banyak terinspirasi BMW 2002 Turbo yang menjadi sports car berbodi coupé kompak pertama BMW bermesin turbo yang sempat merajai jalanan di era 70an awal.

Dengan mengedepankan keasyikan berkendara tingkat tinggi di balik tubuhnya yang mungil, BMW M2 yang masuk ke Indonesia di tahun 2016 masih menjadi opsi mobil sports car kompak yang tepat untuk para driver enthusiast. Namun di sisi lain, BMW M2 juga perlu mendapatkan sedikit penyegaran agar terlihat ‘kekinian’.

Didesain oleh Hussein Al Attar selaku BMW M2 Lead Designer, BMW M2 Coupé 2018 yang mengusung kode bodi F87 dirancang mengedepankan bentuk tubuh yang agresif. Meski begitu, ia tidaklah dibentuk sebagai versi kompak dari BMW M4. Justru desain BMW M2 Coupé 2018 tidak melenceng jauh BMW 2 Series (F22), atau bisa dibilang seperti melihat BMW 2 Series Coupé yang baru saja keluar gym dan memiliki otot kekar di beberapa titik.

Tampang depan BMW M2 Coupé 2018 mengedepankan kesan sporty lewat desain fascia depan yang melandai dan sporty. Hal pertama yang langsung menarik perhatian ialah kisi-kisi air intake ekstra besar yang berfungsi untuk mengalirkan udara dan mendinginkan berbagai macam keperluan di sektor mesin. Tak hanya itu, terdapat pula kidney grille berkelir high-gloss black dengan “M2” logo tersemat di dalam grille.

Di sisi lain, jika dikomparasi dengan BMW M2 Coupé keluaran lama, ada sedikit perbedaan di area headlight. Ya, pada area headlight BMW M2 Coupé 2018 kini menggunakan BMW Adaptive LED yang didukung teknologi Selective Beam, cornering lights, dan anti-dazzle high-beam assistant. Teknologi pencahayaan mutahir ini memungkinkan visibilitas kala berkendara di malam hari dengan BMW M2 Coupé 2018 menjadi lebih baik.

Salah satu titik pandang mobil BMW M2 Coupé 2018 yang paling seksi adalah
dari sudut samping. Lekukan pada fender belakang dirancang cukup kekar dan
dominan, seakan mengisyaratkan mobil ini memiliki performa yang sangat besar.
Pun ada alasan teknis mengapa area fender belakang jika dilihat menjadi lebih besar.

Alasan tersebut berkaitan dengan velg dan ban. Ya, untuk memaksimalkan traksi yang besar terhadap jalan, area roda belakang menggunakan lebar velg dan
lebar ban berbeda dibandingkan roda depan. Ya, untuk roda depan menggunakan profil velg 19×9 inci dengan profil ban 245/35 ZR19, sedangkan
roda belakang menggunakan profil velg 19×10 inci dengan profil ban 265/35 ZR19. Meski berbeda profil velg, desainnya tetap menggunakan M light alloy
Double-spoke style 437 M.

Untuk sistem keselamatan aktif, BMW M2 Coupé 2018 menggunakan teknologi ABS, Dynamic Stability Control (DSC) incl. Dynamic Traction Control (DTC), Brake Stand-by, Brake Drying, Fading Compensation, dan Brake Assist. Soal piranti rem pun menggunakan M Compound Brake Disc dengan diameter 380 mm dan 4-piston fixed caliper untuk roda depan, serta diameter 370 mm dan 2-piston fixed caliper.

Divisi BMW M lebih memilih menggunakan mesin berkode N55 untuk BMW M2 Coupé. Mesin tersebut turut dipergunakan pada model BMW standar, dan di-upgrade melalui pergantian komponen yang digunakan pada BMW M3 dan BMW
M4.

BMW pun sebenarnya sadar akan kekurangan tersebut, dan memberikan
‘jawaban’ melalui BMW M2 Competition, yang untungnya menggunakan mesin
berkode S55 yang diambil langsung dari BMW M3 Sedan dan BMW M4 Coupé.

Meski demikian, jika Anda adalah car enthusiast pemula dengan skill berkendara
normal, dan ingin merasakan sensasi sports car kompak berbodi coupé yang
memiliki performa tidak terlalu liar, maka BMW M2 Coupé 2018 adalah pilihan
terbaik di ranah sports car kompak saat ini.